Minggu, 01 Mei 2011

Perang Dua Korea: Eksistensi Geopolitik Amerika dan Cina

Akhir 2010, dunia disajikan dengan berkecamuknya perang di Semenanjung Korea. Kedua negara yang sebenarnya serumpun ini kerapkali bersitegang. Ketegangan memuncak ketika Korea Utara menembakkan misil ke daerah teritorial Korea Selatan. Pertanyaan selanjutnya muncul, apa yang sejatinya terjadi dalam peristiwa besar di penghujung 2010 itu? Bagaimana kondisi geopolitik di kawasan itu? Siapa saja yang berperan dan berlomba dalam percaturan geopolitik itu?

Persaingan Amerika dan Cina

Persaingan antara Amerika Serikat dan Cina memang bukan menjadi rahasia lagi. Persaingan dalam kegiatan ekonomi dunia disinyalir menjadi salah satu dasar. Perang opini yang silih berganti dilontarkan oleh pembesar kedua negara menjadikan situasi semakin menarik untuk diperhatikan. Salah satu yang menarik tentu saja perang di Semenanjung Korea tersebut. Apakah kedua negara, Amerika dan Cina, memainkan perannya?

Seperti telah diketahui, kedua negara di Semenanjung Korea memang berbeda ideologi. Korea Utara lebih dikenal sebagai sebuah negara komunis yang mendasarkan kegiatan perekonomian mereka pada sistem sosialis. Sementara itu, Korea Selatan lebih berkiblat 180 derajat berbeda dengan negara tetangganya. Korea Selatan lebih terlihat sebagai sebuah negara liberal dan mendasarkan kegiatan perekonomian negaranya pada sistem kapitalis.

Perang Keberpihakan

Sebagaimana kita ketahui, karakteristik antara Cina dan Amerika Serikat juga memiliki kesamaan dengan persaingan dua Korea, Korea Utara dan Korea Selatan. Siapa berpihak kepada siapa tentu dapat dengan mudah ditebak. Para ahli geopolitik berpendapat bahwa Perang Dua Korea sebenarnya merupakan “perang” antara Cina dan Amerika Serikat.

Perang kedua negara dengan penduduk terbanyak tersebut disinyalir sebagai perang merebut pengaruh di kawasan tersebut. Amerika dengan kelengkapan amunisi perangnya dapat dengan mudah berada di sisi Korea Selatan. Sementara itu, Cina akan memberikan pengaruhnya pada negara yang berideologi hampir sama dengan mereka, Korea Utara.

Kondisi semakin memanas ketika Amerika Serikat dan Korea Selatan memutuskan untuk melakukan latihan perang bersama. Hal ini tentu saja membuat telinga pesaing Korea lainnya sontak memerah dan memanas. Negara tetangga lainnya, Jepang, tak luput dari perhatian. Seperti telah diketahui, Jepang mengizinkan berdirinya pangkalan militer Amerika Serikat berdiri gagah di daerah Okinawa.

Hal ini tentu saja menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pemerintah komunis Korea Utara. Dengan adanya pangkalan militer tersebut, nantinya, bala bantuan Amerika Serikat kepada pesaing Korea lainnya, Korea Selatan, akan dengan mudah didistribusikan. Hal ini tentu sangat mengancam eksistensi Negara Komunis Korea Utara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar